"Kita tidak boleh antipati," kata Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 14/11).
Saleh mengimbau sesama anggota Dewan untuk memiliki gaya hidup yang normal dan biasa saja, sama seperti sebelum menjadi anggota Dewan. Karena itulah, dia memaklumi bila ada anggota Dewan yang berlatar belakang pengusaha memakai kendaraan mewah pada saat sudah menjadi anggota Dewan.
"Tentu tidak bisa berubah dari naik Mercy, kita paksa jadi naik Kijang. Nanti kan orang ketawa dan bertanya-tanya. Apalagi kalau sampai naik ojek, nanti bisa saja akan disebut munafik. Jangan sampai ada perubahan yang drastis. Biasa-biasa saja," jelasnya.
Tapi yang lebih penting untuk disorot daripada gaya hidup adalah apakah anggota Dewan tersebut bekerja dan menyuarakan aspirasi rakyat. Menurutnya, apa gunanya anggota Dewan naik mobil biasa, atau bahkan naik ojek, tapi masyarakat tidak diurus. "Yang jadi
konsen saya itu implementasinya, pro rakyat atau tidak," tekannya.
Hanura sendiri, tambahnya, sudah mendapatkan arahan dari sang ketua umum Wiranto untuk hidup dan berbuat berdasarkan hati nurani. Sejauh ini, imbauan mantan Panglima TNI dijalankan dengan baik. "
Insya Allah. Jadi semuanya berdasarkan hati nurani. Makanya diberikan kebebasan," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: