"Sementara dari pihak keluarga, kemudian pemerintah Provinsi Jawa Timur, informasi dari Mas Saifullan Yusuf Wakil Gubernur, salah satu Ketua PBNU yang juga pihak keluarga, itu (Gus Dur) sudah (diusulkan). Nah ini yang benar yang mana," kata Jurubicara PBNU Sultan Fathoni kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 9/11).
PBNU, diakuinya, memang tidak pernah mengusulkan agar Gus Dur ditetapkan segagai pahlawan nasional. Karena saat itu, tak lama setelah Gus Dur meninggal pada akhir 2009, sudah ada pihak lain yang lebih dulu mengajukannya.
"Kalau PBNU secara institusi masih belum. Itu kan prosesnya sangat cepat ya. Begitu Gus Dur meninggal, proses ke arah sana itu sudah dilakukan oleh orang di luar NU secara institusi. Saya kira sangat cepat itu prosesnya. Masih belum berpikir ke arah sana, sudah dilakukan oleh masyarakat," demikian Sultan.
[zul]
BERITA TERKAIT: