"(Syaratnya) dia mampu mempengaruhi beberapa provinsi dan DPC agar diusung. Tapi kalau kita bicara teknis. Jadi itu memang memungkinkan," kata fungsionaris DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 8/11).
Tapi, tegas Eva, partainya adalah partai besar di negeri ini. Sebagai partai besar, masak tidak punya kader sendiri untuk diusung sebagai Capres.
"Jadi belum tentu bisa otomatis. Karena ini masalah kewibawan partai dan penghargaan terhadap kader. Masak (SMI) nggak ngapain-gapaian, hanya karena cari tumpangan (lalu didukung)," ungkapnya.
Bagaimana kalau mengusung SMI untuk Cawapres?
"(Dalam menentukan) Cawapres biasanya dihitung, agar bisa menambah suara kan? Karena PDIP sendiri toh tidak bisa. Sri Mulyani mau jamin apa, wong partainya juga kecil. Kita berhitung agak rasional," ungkapnya.
Dan yang lebih penting, kata mantan anggota Pansus Centurygate ini, partainya memilih opsi C, yang menyebutkan ada pelanggaran hukum dalam kasus
bailot Bank Century. Dalam kasus ini, Sri Mulyani, yang berperan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan disebut terlibat.
"Paling (partai) yang memilih opsi A (yang mau mendukung)," demikian Eva.
[zul]
BERITA TERKAIT: