Menjadi ancaman, kalau kasus itu tidak dituntaskan, sehingga satu waktu bisa digunakan musuh politik untuk menyerang Sri Mulyani. Tapi sebaliknya, kasus yang juga melibatkan Wapres Boediono itu bisa menjadi amunisi Managing Director Bank Dunia untuk berkampanye, kalau memang kasus itu dituntaskan dan dia terbukti tidak terlibat.
"Dia harus memperbaiki persepsi publik bahwa dia bukan masalah dalam proses
bailout Bank Century. Karena dalam politik perspespi yang lebih menentukan," kata pengamat politik dari 'The Indonesian Institute' Hanta Yudha saat ditanya apa tantangan Sri Mulyani bila maju pada 2014 mendatang.
Tantangan lainnya, Sri Mulyani sampai saat ini belum punya kendaraan atau partai politik. Padahal, untuk maju menjadi capres dan cawepres, terang Hanta, harus mendapatkan dukungan dari partai politik.
Bagaimana dengan Partai Serikat Rakyat Indonesia?
"Saya belum melihat tanda-tanda partai SRI ini punya prospek akan besar, seperti Partai Demokrat di tahuun 2004," ungkapnya saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online siang ini (Selasa, 8/11).
Elektabilitas dan akseptabilitas mantan petinggi IMF itu, juga harus mendapatkan perhatian. Karena sampai saat ini, Sri Mulyani belum mendapatkan dukungan massa yang kuat, seperti para tokoh lain, seperti Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Untuk menutupi lobang tersebut, dia menyarankan, Sri Mulyani yang saat ini tinggal di Amerika Serikat itu lebih sering lagi ke Indonesia.
"Jadi arahnya, melakukan strategi komunikasi politik yang, kalau pun belum
political advertising-nya, tapi yang diharus dikembangkan
political public relation untuk melakukan pendekatan publik," tandas Hanta.
[zul]
BERITA TERKAIT: