Tapi di mata pengamat politik Hanta Yudha, Prabowo menyisakan satu tantangan, yaitu isu pelanggaran HAM yang selalu dikaitkan dengan anak begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo tersebut.
Apa tanggapan Gerindra?
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, yang dihubungi
Rakyat Merdeka Online tadi pagi, (Jumat, 28/10), menyangkal. "Kalau soal HAM itu saya kira sudah selesai," katanya.
Politikus muda ini menegaskan, rekomendasi Panitia Khusus Orang Hilang yang dinilai belum dijalankan oleh pemerintah, tegas Fadli tidak ada hubungannya dengan Prabowo Subianto. Apalagi dia menengarai pembentukan Pansus pada tahun 2004 itu lalu sarat dengan kepentingan politik.
"Apa hubungannya. Itu kan Pansus diambil di
injuri time, yang saya kira tujuannya untuk kepentingan politik bukan untuk penegakan HAM," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: