Tapi, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu akan bersikap ksatria dan demokratis, bila memang usulnya ditolak. Dan bila sebaliknya Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang digelar hari ini memutusakan Aburizal Bakrie yang akan dicalonkan.
"Ya, kita kan semuanya ditetapkan melalui aturan-aturan organisasi. Jadi kalau partai memutuskan bahwa penetapan calon presiden itu dilakukan melalui Rapat Pimpinan ini, ya tentu itulah yang menjadi pegangan. Tidak ada lagi mekanisme lain, selain yang telah ditetapkan," kata Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar ini kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Jumat, 28/10).
Artinya Anda akan menerima kalau Rapimnas memutuskan Ical Capres dan tidak menggunakan konvensi?
"Kalau itu sudah menjadi putusan organisasi tentu kita menerimalah," ungkap mantan Ketua DPR ini.
Pada tahun 2004, saat memimpin partai berlambang beringin tersebut, Akbar memang menerapkan sistem konvensi untuk memutuskan siapa Capres dari partai tersebut. Saat itu ada banyak tokoh yang ikut ambil bagian, seperti Akbar sendiri, Prabowo Subianto, Tomy Soeharto dan Jusuf Kalla, meski nama terakhir ini memilih mundur. Pada saat itu Wiranto yang keluar sebagai pemenang dan lalu diputuskan sebagai Capres berpasangan dengan Salahuddin Wahid.
[zul]
BERITA TERKAIT: