Sementara Partai Persatuan Pembangunan sampai saat ini belum memutuskan akan mendukung siapa pada
hajatan lima tahunan tersebut.
"Itu kok terlalu dini ya," kata Jurubicara PPP Muhammad Arwani Thomafi kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Menurutnya, saat ini adalah waktu bekerja untuk rakyat. Kedua, partai politik harus membuktikan dulu pada pemilihan legislatif 2014, baru bicara Pilpres.
Soal wacana Capres muda yang dilontarkan Ketua MPR Taufik Kiemas disambut politisi muda ini. Menurutnya, partai politik memang harus membuka celah dan memberikan kesempatan kepada kaum muda untuk maju.
"Sudah saatnya partai politik membuka itu," ungkap Sekretaris Fraksi PPP ini.
Di samping dia menambahkan, tokoh-tokoh muda yang kebetulan menjadi pimpinan partai politik cukup mumpuni untuk maju pada Pilpres, termasuk Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali.
"Pak Surya kan masih muda. Lalu Pak Hatta Rajasa, Pak Muhaimin Iskandar, Pak Anas Urbaningrum, Pak Marzuki Alie, Mas Pramono Anung. Ini tokoh muda yang kebetulan pimpinan partai. Mereka adalah kader-kader muda yang sudah saatnya untuk ikut serta di dalam kompetisi," sambungnya.
Tapi apakah itu berarti PPP akan mendorong SDA?
"Kita akan mendengarkan aspirasi dari bawah tentunya. Karena mekanisme di partai seperti itu," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: