Namun, untuk akseptabilitas atau tingkat kesukaan masyarakat terhadap calon tertinggi diduduki Tantowi Yahya yang memperoleh angka 79,8%. Sedangkan akseptabilitas Gubernur
incumbent DKI Jakarta berada di angka 54,7%. Tingkat akseptabilitas ini merupakan persentase dari angka popularitas yang diperoleh masing-masing kandidat. Artinya akseptabilitas Tantowi berada di level tertinggi karena populer di 91,5% penduduk Jakarta.
Hasil ini diperoleh dari survei yang dilakukan Median Survei Nasional dan The Future Institute pada 19-25 September 2011. Populasi yang diambil adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih di Pemilukada DKI 2012. Jumlah sampel yang diambil adalah 845 dengan
margin of error sebesar 3,5% dengan Tingkat Kepercayaan 95%.
Teknik sampling yang yang digunakan adalah
multistage random sampling dan sistem proporsional berdasarkan wilayah kotamadya dan gender.
Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.
Menurut Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median Survei Nasional, lewat keterangan pers yang diterima sesaat lalu, dengan akseptabilitas yang tinggi, modal Tantowi sangat kuat untuk menjadi DKI satu. "Namun, perlu konsistensi dalam melakukan pendekatan ke masyarakat agar peningkatan yang diperoleh menjadi tinggi," tambah Rico, mantan aktivis Universitas Indonesia ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: