Demikian disampaikan German Aerospace Center. Badan antariksa Jerman tersebut memberikan keterangan bahwa beberapa bagian dari satelit ROSAT memang akan terbakar oleh atmosfer. Namun, ada sekitar 30 potongan satelit seberat 1,87 ton akan jatuh ke bumi dengan kelajuan 450 km per jam.
Rongsokan Satelit ini diperkirakan akan menghantam wilayah antara 53 derajat Lintang Utara dan 53 derajat Lintang Selatan. Wilayah ini meliputi sebagian besar wilayah bumi yang mencakup Amerika, Asia, Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa.
"Satelit hingga saat ini masih mengorbit, dan kami sedang melihat data untuk kemungkinan jatuhnya satelit di belahan Bumi yang lain," kata juru bicara German Aerospace Center, Andreas Schuetz, sebagaimana dilansir
CNN (Minggu, 23/10).
Sampai sejauh ini, German Aerospace Center memang masih kesulitan untuk memprediksi secara pasti tempat jatuhnya satelit mati ini. Hal ini dikarenakan adanya fluktuasi aktivitas matahari dan tak adanya komunikasi dengan satelit yang sudah mati tersebut.
Satelit yang diluncurkan Jerman pada tahun 1990 ini digunakan untuk meneliti lubang hitam atau
black hole dan bintang neutron. Selama menjalankan misinya, satelit ini mengorbit di bumi dengan ketinggian 600 km. Namun, sejak di non-aktifkan pada tahun 1999 ketinggiannya semakin merendah. Pada bulan Juni lalu, misalnya, ketinggian ROSAT hanya sekitar 330 km.
[ysa]