Saat itu Libya justru memilih menggunakan opsi dari Amerika Serikat, yaitu penempatan tentara NATO di Libya. Intervensi dari NATO ini dinilai Ahmadinejad semakin memperburuk konflik.
Padahal jelas Ahmadinejad seperti dikutip dari
CNN (Minggu, 23/10), negara Paman Sam itu selalu memiliki standar ganda dalam menjalankan setiap misinya, termasuk misi di Libya.
"Dari awal, kami telah mengatakan harus ada tim internasional untuk menengahi dalam rangka mendorong semua pihak untuk mencapai pemahaman. Karena NATO memiliki ambisi di Libya. Mereka ingin sumber daya alam minyak di Libya," ujar Ahmadinejad.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: