DUA TAHUN SBY-BOEDIONO

Istana: Unjuk Rasa Bukan Peristiwa Istimewa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 21 Oktober 2011, 16:21 WIB
Istana: Unjuk Rasa Bukan Peristiwa Istimewa
Daniel SpaRRINGA/IST
RMOL. Dua tahun masa pemerintahan SBY-Boediono diperingati ribuan mahasiswa di berbagai daerah kemarin dengan menggelar unjuk rasa. Dalam aksinya, para mahasiswa dari berbagai elemen menuding SBY-Boediono telah gagal dalan menjalankan roda pemerintahan.

Apa tanggapan Istana?

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa menegaskan tidak ada tanggapan khusus dari Istana selain meresponnya dengan terus bekerja dan mengendalikan pemerintahan dengan transparan dan akuntabel. Karena unjuk rasa, tekannya, bukan peristiwa istimewa lagi saat ini.

"Ini adalah negeri dengan sejuta berkah, di antaranya unjuk rasa dan pawai politik. Di negeri ini orang juga bebas berbicara dan berteriak, bahkan mencaci dan memaki," kata Daniel lewat pesan singkat yang diterima Rakyat Merdeka Online petang ini, (Jumat, 21/10).  

Meski mengaku menyimak semua yang menjadi tuntutan dan pernyataan demonstran, namun, dengan pendirian yang kuat, kata Danile, pihaknya juga tahu mana yang harus didengar atau didengarkan. Pasalnya, dia membagi, ada tuntutan itu yang ia sebut noise (kebisingan) dan voice (suara).

"Justru di zaman yang penuh kebebasan ini, kita harus memastikan bahwa selalu ada makna dalam setiap kata. Kalau kita tidak menjaganya maka yang terjadi hanya suara gaduh dan keonaran, bukan suara teduh dan kebenaran," tegas Daniel.

"Negeri ini memerlukan semua yang terbaik dari kita. Itulah pesan moral dari sebuah kebebasan untuk seluruh orang di negeri ini," demikian Daniel. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA