Hal itu diungkapkan anggota Komisi VI DPR Mahfudz Abdurrahman menanggapi unjuk rasa aksi yang digelar petani kentang yang menolak kebijakan impor pada Selasa kemarin di Istana Negara.
"Benar-benar sudah kebablasan! Saya tidak bisa bilang apa-apa lagi. Kemarin (impor) beras, gula, garam dan sekarang kentang. Saya sedih melihat saudara-saudara kita petani kentang, jauh-jauh dari Jawa Tengah datang ke Jakarta
berunjukrasa untuk memperjuangkan nasib mereka yang semakin terjepit," kata
Mahfudz kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Karena itu, ia meminta Presiden SBY memperhatikan kesulitan rakyat sebagai dampak dari kebijakan yang dibuat bawahannya, dalam hal ini Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Hal ini, menurut Mahfudz, karena sudah cukup banyak kesulitan yang dihadapi pedagang karena kebijakan Kementerian Perdagangan yang sudah kebablasan membuka keran Impor.
"Kami di Komisi VI juga akan meminta penjelasan dari Menteri Perdagangan terkait Kebijakan Impornya. Karena sekarang sudah benar-benar kebablasan," tegasnya.
Padahal dia mengingatkan, sebagus-bagusnya atau bahkan semurah-murahnya produk dari luar negeri, masih jauh lebih berkah dan bermanfaat kalau kita memberdayakan dan menggunakan produk dalam negeri yang dihasilkan petani kita sendiri. Karena, itu artinya kita berkontribusi menggerakkan sektor perekonomian dalam negeri.
[zul]
BERITA TERKAIT: