Hadiah Nobel Jadi Spirit Perjuangan Bangsa Arab

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 08 Oktober 2011, 19:28 WIB
Hadiah Nobel Jadi Spirit Perjuangan Bangsa Arab
ilustrasi
RMOL. Diraihnya hadiah Nobel perdamaian oleh aktivis demokrasi Yaman, Tawakkul Karim, dinilai sangat positif bagi perjuangan demokrasi dan HAM.

"Hadiah ini menjadi semacam energi tambahan bagi perjuangan membebaskan rakyat Yaman dari belenggu penindasan rezim otoriter Presiden Ali Abdullah Saleh," papar Direktur Pusat Kajian Timur Tengah (PKTT) FISIP UMJ, Hery Sucipto, kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 8/10).

Menurutnya, Spring Arab atau revolusi musim semi di dunia Arab dan Timur Tengah, akan terus berlanjut selama kawasan tersebut diperintah oleh penguasa zalim dan represif.

Selama ini, lanjut Hery, rakyat di kawasan tersebut hidup dalam teror politik, tidak ada kebebasan, dan dalam kungkungan kemiskinan padahal negerinya kaya.

"Spring Arab menjadi momentum strategis menjadikan dunia Arab dan Timur Tengah berubah menuju kehidupan lebih baik," tambah Wasekjend PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Ia optimis jika gerakan protes massif rakyat akan terus berlangsung, meski ribuan jiwa melayang di tangan militer berkuasa. Nobel, lanjutnya, adalah bentuk apresiasi dunia internasional atas perjuangan dan kemenangan demokrasi. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA