"Hadiah ini menjadi semacam energi tambahan bagi perjuangan membebaskan rakyat Yaman dari belenggu penindasan rezim otoriter Presiden Ali Abdullah Saleh," papar Direktur Pusat Kajian Timur Tengah (PKTT) FISIP UMJ, Hery Sucipto, kepada
Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 8/10).
Menurutnya, Spring Arab atau revolusi musim semi di dunia Arab dan Timur Tengah, akan terus berlanjut selama kawasan tersebut diperintah oleh penguasa zalim dan represif.
Selama ini, lanjut Hery, rakyat di kawasan tersebut hidup dalam teror politik, tidak ada kebebasan, dan dalam kungkungan kemiskinan padahal negerinya kaya.
"Spring Arab menjadi momentum strategis menjadikan dunia Arab dan Timur Tengah berubah menuju kehidupan lebih baik," tambah Wasekjend PP Pemuda Muhammadiyah ini.
Ia optimis jika gerakan protes massif rakyat akan terus berlangsung, meski ribuan jiwa melayang di tangan militer berkuasa. Nobel, lanjutnya, adalah bentuk apresiasi dunia internasional atas perjuangan dan kemenangan demokrasi.
[dem]
BERITA TERKAIT: