Buktikan Bahwa Duet Tamsil-Olly Lebih Baik Dibandingkan Duet Boed-Sri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 28 September 2011, 08:56 WIB
Buktikan Bahwa Duet Tamsil-Olly Lebih Baik Dibandingkan Duet Boed-Sri
sri mulyani-boediono
RMOL. Dua Wakil Ketua Banggar Tamsil Linrung dari Partai Keadilan Sejahtera dan dan Olly Dondokambey dari PDI Perjuangan tidak punya alasan menolak pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini sebagai saksi dalam kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pasalnya, semua warga negara wajib memenuhi panggilan KPK.

"Nggak ada alasan mereka untuk menolak. Demi penegakan hukum, mereka harus penuhi. Sama dengan DPR memanggil orang lain. Kan juga harus dipenuhi," kata aktivis anti korupsi Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Ray tampaknya memaklumi alasan Pimpinan Banggar menolak pemeriksaan sebagai lanjutan dari pemeriksaan pekan sebelumnya yang belum selesai. Tapi kata Ray, bila menganggap bahwa pertanyaan penyidik KPK tidak relevan dengan materi kasus, seperti hanya bertanya soal mekanisme kerja di Banggar atau bertanya soal daftar hadir, Tamsil dan Oddy berhak untuk diam, tidak menjawab.

"Bahkan yang berkaitan dengan materi saja, mereka berhak diam atau tidak menjawab. Tapi kewajiban mereka tetap harus hadir. Mereka juga tidak bisa secara sepihak mengadili bahwa itu tidak relevan. Yang mereka tidak mau tahu, penyidik kan punya cara sendiri," kata Ray.

Soal alasan bahwa Boediono dan Sri Mulyani diperiksa di kantor masing-masing dalam kasus bailout Bank Century, Ray tidak bisa menerima bila itu dijadikan alasan KPK juga harus mendatangi KPK. Diingatkan Ray, pada saat pemeriksaan Boediono dan Sri Mulyani tidak di KPK itu, pihaknya juga marah. Sama marahnya dengan KPK tidak bisa menangkap Nunun Nurbaetie, tersangka kasus Mirandagate.

"Jangan dibanding-bandingkan. Mereka harus perlihatkan pro penegakan hukum. Kalau mereka dulu tidak setuju dengan cara Boediono (dan Sri Mulyani) yang diperiksa di Istana Wapres,  mereka harus datang. Bukan malah menjadi dalil (untuk mengabaikan panggilan KPK)," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA