"Yang terpenting itu bukan soal ada atau tidak ada Greanpeace, tapi negara dan aparat penegak hukum menjamin bahwa tidak ada pengrusakan terhadap lingkungan," kata Jurukampanye Media Greenpeace Asia Tenggara, Hikmat Soeriatanuwijaya, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 27/9).
Selain itu, lanjut Hikmat, yang terpenting juga adalah terciptanya industri yang ramah lingkungan. Para pengusaha tidak lagi memandang sebelah mata terhadap lingkungan dibalik setiap usaha yang mereka buat.
Sebelumnya, anggota DPR dari lintas fraksi, ekonom dan tokoh masyarakat mengecam keberadaan Greenpeace. Keberadaan dan kampanye mereka soal lingkungan hidup, terutama hutan, dinilai merugikan kepentingan nasional. Mendagri Gamawan Fauzi dan Menkumham Patrialis Akbar bahkan telah menegaskan niatnya untuk membekukan Greenpeace di Indonesia karena menerima dana dari pihak asing.
Hikmat tak tahu siapa sebenarnya, dan pihak mana yang menghembuskan wacana pembekuan Greenpeace di Indonesia. Namun disadari benar oleh Hikmat, jika hal tersebut sebagai serangan balik terhadap Greenpeace yang selama 40 tahun mengkampanyekan penyelamatan lingkungan.
"Kita sadar kampanye kita soal penyelamatan lingkungan, soal hutan, sangat beresiko. Pasti ada kepentingan politik dan ekonomi tertentu yang merasa terancam dengan kampanye kita," katanya.
Upaya kampanye hitam terhadap Greenpeace, kata Hikmat, tak lain adalah sebagai upaya untuk membungkam kampanye-kampanye yang dilakukan Greenpeace. "Ini bentuk pemberangusan. Ini ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan demokrasi," katanya.
Hikmat membantah bahwa LSM-nya tertutup dan tidak akuntabel dalam mengelola keuangan, termasuk soal sumber dana yang digunakan Greenpeace Indonesia yang banyak dipertanyakan dan digunakan sebagai pertimbangan untuk pembekuan Greenpeace.
Untuk urusan akuntabilitas dan transparansi dana, katanya, itu menjadi urusan nomor satu bagi Greenpeace.
"Lagian, kalau kita tidak akuntable dan transparan, pasti para pendonor akan meninggalkan kita. Tiap tahun kita kirimkan laporan penggunaan dana yang diberikan para pendonor kepada para pendonor," kata Hikmat sambil menegaskan jika Greenpeace Indonesia disokong oleh 30 ribu pendonor.
[dem]
BERITA TERKAIT: