Menurutnya politisi PKS, Awal Mucharam, yang dibutuhkan saat ini adalah sumber devisa yang lebih stabil dan tidak fluktuatif seperti
capital inflow dari pasar modal dan surat utang.
"Apalagi diperkirakan nilai impor Indonesia akan semakin besar di tahun 2012, kita butuh devisa untuk membiayai impor," kata Ecky kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat malam, 23/9).
Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Ecky ini, impor Indonesia selama ini didominasi impor barang modal dan bahan baku penolong, sementara impor barang konsumsi nilainnya kecil. Sehingga kalau kinerja impor terganggu maka akan mengganggu kinerja perindustrian secara keseluruhan.
Seperti diketahui, impor barang modal mencapai 22 persen, impor bahan baku penolong mencapai 71 persen, sementara impor barang konsumtif hanya sekitar 7 persen.
"Kalau tidak ada devisa kita tidak bisa mengimpor mesin-mesin dan bahan baku untuk industri kita," kata Ecky sembari mendukung langkah Bank Indonesia untuk mengamankan devisa dengan kebijakan penarikan devisa hasil ekspor untuk melindungi perindustrian di dalam negeri.
[dem]
BERITA TERKAIT: