RESHUFFLE KIB II

Din Syamsuddin: Percuma Kalau Karakter Pemerintah Tidak Berubah!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 23 September 2011, 18:01 WIB
Din Syamsuddin: Percuma Kalau Karakter Pemerintah Tidak Berubah<i>!</i>
din/ist
RMOL. Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Yudhoyono tidak hanya sekedar bongkar pasang menteri. Secara substantif, perombakan harus dilakukan dengan pertimbangan atas keahlian dan profesionalitas.

"Tidak cukup dengan latar belakang pendidikan saja, tapi juga harus memiliki visi dan kemampuan me-manage," kata Din usai menjenguk Antasari Azhar di Lapas Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu (Jumat, 23/9).

Kamarin malam, di Jambi, Presiden SBY mengatakan akan melakukan reshuffle sebelum tanggal 20 Oktober 2011, atau tepat saat kabinet berusia 2 tahun.

Menurut Din, masalah efektivitas dan pemerintah sebenarnya tidak berasal dari menteri saja. Karena, katanya, menteri hanya mengikut apa yang diinstruksikan bosnya dalam hal ini Presiden. Maka yang dibutuhkan saat ini adalah perubahan watak kepemimpinan presiden.

Tanpa itu, kata Din lagi, maka perbaikan di tubuh pemerintah tidak akan pernah ada. Tidak ada gunanya reshuffle.

"Jadi bukan hanya pemerintahan yang mengurusi citra pribadinya. Kalau pemerintah tidak amanat maka rakyat yang akan dirugikan," demikian Din.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA