Bagi pria berusia 43 tahun dan berkaki satu itu, ada satu hal yang berbeda dalam perayaan Idul Fitri kali ini.
Dia bukan lagi Sabar yang dulu. Dia adalah Sabar yang baru, bukan hanya karena tambahan nama Gorky di belakang nama aslinya yang memang singkat, tapi juga karena ia telah menunaikan mimpi besar setiap pendaki: menaklukkan salah satu puncak gunung tertinggi di dunia.
Sabar dan tim Ekspedisi Merdeka-RMOL mendaki Gunung Elbrus di Pegunungan Kaukasus, Federasi Rusia, pertengahan Agustus lalu. Ia mencapai puncak gunung di ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2011 atau 17 Ramadhan 1432 H.
“Sungguh pengalaman yang luar biasa,†ujar Sabar Gorky ketika berbicara dengan Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 31/8).
Sabar kini telah kembali ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Rumahnya terletak di timur kampus Universitas Negeri Solo (UNS), persisnya di Jalan KH Masyur no. 100.
Sabar tiba di Stasiun Solo Balapan akhir pekan lalu, Sabtu malam, 27 Agustus. Salah seorang kerabatnya, Eyang Harno yang sudah sepuh, ikut menyambut. Sambil menangis, mbah dari pisah istri Sabar ini berkata: “Aku gak pikiran apa-apa, yang penting kamu pulang.â€
“Saya disambut semua handai taulan,†ujar anak bungsu dari sembilan bersaudara ini.
Tumpeng dan syukuran kecil telah digelar untuk mensyukuri keberhasilannya mendaki Elbrus. Semua anggota keluarganya juga sudah tahu nama Gorky yang kini ada di belakang namanya.
“Banyak yang bilang: wah Gorky datang ke Solo,†demikian cerita Sabar ringan. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: