Hama memiliki dua rumah sakit milik pemerintah yang salah satunya adalah rumah sakit khusus anak-anak. Kedua rumah sakit itu biasanya dipenuhi oleh korban tindak kekerasan pemerintah. Namun kini rumah sakit tersebut sudah tidak bisa berfungsi secara optimal setelah mengalami serangkaian serangan dari pihak pemerintah. Selain itu, pasukan pemerintah terlihat masih berjaga di rumah sakit dan secara sengaja membunuhi orang yang terluka.
Pasukan Kemanan Suriah berdalih sedang mencari senjata yang selama ini dipakai oleh para pemberontak dalam menjalankan aksinya. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah Suriah dalam meredam kelompok bersenjata yang menentang Presiden Bashar al Assad.
"Pasukan keamanan merusak rumah sakit dengan alasan untuk mencari senjata. Banyak dari mereka yang bekerja di rumah sakit mengalami luka selama aksi pencarian itu," ujar seorang dokter yang tidak mau disebutkan namanya, sebagaimana dilansir
BBC (Minggu, 14/8).
Atas aksi yang brutal militer ini, beberapa negara menarik duta besarnya dari Suriah. Negara yang menarik duta besarnya dari Damaskus antara lain Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait. Sementara itu, Raja Abdullah, Presiden Barack Obama, dan PM Inggris David Cameron sepakat untuk mengecam aksi brutal pemerintah Suriah ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: