"Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Demokrat. Ini urusan pribadi," ucap Nazar dengan nada serius.
Disebutkan Nazaruddin, niat dirinya membuka borok Anas karena sakit hati. Anas, katanya, telah meghancurkan kehidupan diri dan keluarganya. Kekayaan yang dimiliki Anas, kembali ditegaskan Nazaruddin, berasal dari APBN.
"Saya merasa sakit hati. Dia (Anas) hancurkan keluarga saya," tutur Nazar.
Ditambahkan Nazaruddin, saat ini Demokrat benar-benar dipimpin oleh orang yang kotor. Sebagai pendiri sekaligus Ketua Pembina Demokrat, SBY harus membersihkan partai.
"SBY harus membersihkannya. Tapi terserah SBY, saya tidak bisa memaksa," katanya.
Nazaruddin sendiri, melalui pesan BlackBerry-nya mengakui saat melakukan video converence dirinya tengah berada di Singapura. Beberapa sumber menyebut buronan interpol itu tinggal di Kampung Arab (Arab Street), Singapura.
[dem]
BERITA TERKAIT: