"Tubuh yang kronis harus diamputasi. Harus direlakan ada bagian tubuh yang dibuang. Selama tidak dilakukan amputasi, jangan harap Demokrat akan terbebas dari penyakit," ujar pengamat politik dari Univeristas Airlangga, Kacung Marijan, dalam diskusi di
TV One, sesaat lalu (Jumat malam, 22/7).
Menurut doktor alumnus Australia National University (ANU) itu, Demokrat terlambat mengamputasi 'penyakit Nazaruddin'. Sikap dan langkah politik Demokrat dalam mengamputasi 'penyakit Nazaruddin' yang tidak jelas akan mengganggu masa depan partai.
"Penyakitnya akan terus hidup di dalam partai. Jelas akan sangat merugikan bagi masa depan partai," katanya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: