Demokrat Telat Mengamputasi 'Penyakit Nazaruddin'

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 22 Juli 2011, 20:02 WIB
Demokrat Telat Mengamputasi 'Penyakit Nazaruddin'
kacung m/ilustrasi
RMOL. M Nazaruddin telah menjadi semacam penyakit kronis bagi Demokrat. Berbagai manuver dan tuduhan yang dilakukannya, baik terhadap Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum maupun partai secara umum, telah menggerayangi ke-eksis-an partai besutan SBY yang punya prestasi gemilang di dua pemilu terakhir.

"Tubuh yang kronis harus diamputasi. Harus direlakan ada bagian tubuh yang dibuang. Selama tidak dilakukan amputasi, jangan harap Demokrat akan terbebas dari penyakit," ujar pengamat politik dari Univeristas Airlangga,  Kacung Marijan, dalam diskusi di TV One, sesaat lalu (Jumat malam, 22/7).

Menurut doktor alumnus Australia National University (ANU) itu, Demokrat terlambat mengamputasi 'penyakit Nazaruddin'. Sikap dan langkah politik Demokrat dalam mengamputasi 'penyakit Nazaruddin' yang tidak jelas akan mengganggu masa depan partai.

"Penyakitnya akan terus hidup di dalam partai. Jelas akan sangat merugikan bagi masa depan partai," katanya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA