Demikian pemaparan awal mantan wakil presiden, Jusuf Kalla saat memberi kuliah umum di hadapan para mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta Sahid Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, pagi ini (Kamis, 21/7).
Tiga pembicara lain yang juga hadir dalam kuliah umum bertema "Aktualisasi Nilai Entrepreneurship Dalam Pendidikan" ini yakni Hamid Muhammad (dirjen PNF Kementerian Penddikan Nasional), Dede Rosyada (dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan UIN) serta Antarina SF Amir (Direktur High Scope).
JK, sapaan pengusaha asal Sulawesi Selatan ini, lalu mengajukan pertanyaan retoris, "Kenapa dunia usaha Indonesia mayoritas banyak sekali etnis Tionghoa?"
"Karena kondisi lingkungan kultur yang merubah perilaku," sambung JK menjelaskan.
Masih kata JK, kehebatan etnis Tionghoa dalam berdagang selalu diwariskan ke semua anaknya. Hal inilah, menurut JK, yang membuat etnis Tionghoa sukses dalam ekonomi. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dibutuhkan adalah pengajaran untuk merubah perilaku.
"Pengusaha itu seperti berenang. Kalian baca semua buku tentang berenang lalu nyebur ke sungai maka ia akan tenggelam. Jika ingin berenang, maka harus dipraktekkan bukan sekedar dipelajari," terangnya
"Masalahnya adalah semangat dan dorongan untuk memulai," ucap Ketua Umum Palang Merah Indonesia Pusat ini lagi.
[wid]
BERITA TERKAIT: