"Dua tahun lalu, jumlah koperasi 154 ribu unit. Artinya, terjadi peningkatan lebih dari 20 persen," ujar Menteri Syarif saat membuka Cooperative Fair 2011 di Bandung (Rabu, 20/7).
Syarief menandaskan, kondisi tersebut merupakan modal bagus bagi langkah yang akan diambil pemerintah pada tahun depan. Dimana pemerintah akan melakukan revitalisasi koperasi sebagai soko guru perekonomian. Revitalisasi itu mencakup koperasi yang berstatus 'duduk-duduk', tidak aktif yang jumlah porsinya sekitar 19 persen.
Diharapkan, terjadi perubahan mindset koperasi. Tak hanya fokus pemenuhan kebutuhan dasar bagi para anggotanya, kinerja koperasi juga mampu menjadi lembaga berskala nasional.
"Kami targetkan di setiap Provinsi lahir tiga koperasi berskala nasional, bisa di bidang fashion, simpan pinjam, atau retail," jelasnya.
Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menunjang program tersebut, Syarif menyebut, masih dalam pembahasan APBN-P 2012. Meski demikian, ditegaskannya, pemerintah sudah berkomitmen melakukannya.
Dijelaskan Syarif, mereka berpotensi pula mendapatkan dana stimulus yang diperkirakan bisa mencapai Rp 50 juta per koperasi.
"Kreativitas pengembangan usaha diutamakan, untuk peningkatan kinerja, temasuk perlunya transformasi manajemen," demikian Syarif.
[dem]
BERITA TERKAIT: