4.451 Pasangan Dinikahkan di Istora Senayan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 19 Juli 2011, 15:26 WIB
4.451 Pasangan Dinikahkan di Istora Senayan
ilustrasi
RMOL. Yayasan Pondok Kasih, Selasa (19/7), menggelar pernikahan masal untuk masyarakat prasejahtera lintas agama, di Istora Senayan. Sebanyak 4.451 pasangan turut serta dalam acara tersebut.

Ketua Umum Panitia pernikahan masal, Hana A,  mengatakan jumlah peserta membengkak, dari semula yang direncanakan hanya 2.000 pasangan saja. Pasangan yang mengikuti nikah massal adalah kalangan masyarakat pra sejahtera yang, antara lain, terdiri atas para pemulung, pedagang asongan, dan berbagai profesi lain yang dianggap tidak penting, bahkan sering dipandang hina.

"Dengan menikah secara resmi, para pemulung, pengasong, dan kaum marjinal lain pernikahan mereka yang diakui sah secara agama dan administrasi negara. Anak keturunan mereka bisa memperoleh akte kelahiran yang sangat berguna bagi pendidikan yang ujung-ujungnya bisa memperbaiki tingkat kejesahteraannya,” ujar Hana.

Dia memambahkan, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, setelah menikah mereka hidup lebih teratur dan tenteram. Jika sebelumnya mereka sangat mudah berganti pasangan dan cenderung liar, kini tidak lagi. Mereka sudah memiliki tanggungjawab terhadap pasangan dan keluarga.

Yayasan yang dipimpin Hana telah bergerak menolong kaum termarjinalkan lebih dari 20 tahun. Sedangkan acara nikah masal telah digelar sejak 2001. Mula-mula diselenggarakan di Surabaya. Namun sejak 2006, acara ini juga digelar di Jakarta. Bahkan untuk kali ini, penyelenggaraan acara dikaitkan dengan momentum hari ulang tahun Jakarta yang ke-484.

4.451 pasangan yang menikah ini datang dari lima wilayah DKI Jakarta, ditambah Tangerang, Depok, dan Bekasi. Mereka juga datang dari berbagai latar belakang yang berbeda, baik agama, suku, maupun profesi. Sebagian dari mereka berpakaian adat dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Acara dimeriahkan bermacam hiburan, antara lain, tarian dari beberapa provinsi dan lagu-lagu daerah.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA