Bagi peneliti Lipi, Siti Zuchro, fenomena tersebut memperkuat kesan yang selama ini ada. Publik tidak lagi tertarik dengan apa-apa yang disampaikan SBY.
"Secara politik muncul kesan seperti itu (tidak tertarik)," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Minggu, 17/7).
Ramainya pemberitaan terakhir mengenai SBY, kinerja kabinet dan gonjang-ganjing beberapa kasus hukum kader Demokrat, kata Sit Zuchro, semakin memperbesar ketidaktertarikan publik kepada SBY. Prestasi SBY yang tidak terlalu bagus, baik sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara, maupun sebagai pengurus Demokrat membuat publik kemudian mendelegitimasinya dengan caranya sendiri termasuk yang dilakukan kalangan Nahdliyin itu.
"Masalah-masalah itu mampu menurunkan legitimasi, tingkat trust publik kepada SBY menurun, lalu diikuti delegitimasi. Kalau sekarang dilakukan survei, elektabilitas SBY atau kepercayaan warga kepada SBY sungguh-sungguh akan menurun," demikian Siti Zuchro.
[dem]
BERITA TERKAIT: