HARLAH NU

Nahdliyin dan Pemimpinnya Sudah Tidak Nyambung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 17 Juli 2011, 18:10 WIB
Nahdliyin dan Pemimpinnya Sudah Tidak Nyambung
ist
RMOL. Insiden SBY ditinggalkan puluhan ribu kaum Nahdliyin saat mau berpidato pada Peringatan Harlah NU (Nahdlatul Ulama) ke-85 di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta (Minggu 17/7), bukan hanya menjelaskan kepada kita bahwa Presiden Yudhoyono sudah tidak tidak dihormati oleh rakyatnya, tapi juga mengungkap fakta betapa para pemimpin NU struktural (PBNU) yang sekarang ini tidak 'nyambung' lagi dengan ummat.
 
Hal ini diungkapkan Adhie M Massardi, Jubir Presiden era Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) kepada wartawan di Jakarta, (Minggu sore, 17/7).
 
"Kalau pimpinan PBNU memahami apa yang dirasakan kaum Nahdliyin sekarang ini, mereka pasti tidak akan mengundang orang-orang pemerintahan. Apalagi mengundang Presiden Yudhoyono. Karena rezim ini telah menimbulkan begitu banyak masalah krusial dan kekecewaan kepada rakyat," ungkap Adhie Massardi yang juga aktivis anti-korupsi ini.
 
Menurut Adhie, seharusnya rapat akbar NU yang semula dihadiri lebih dari 100 ribu massa Nahdliyin itu, digunakan untuk menampilkan tokoh-tokoh NU yang masih dekat dengan umat seperti Gus Mus (KH Mustofa Bisri), dan menyampaikan sikap politik NU terhadap pemerintahan yang semakin meninggalkan Konstitusi dan amanat rakyat.
 
"Sayang, energi besar yang sudah dikeluarkan kaum Nahdliyin siang tadi mubadzir, tidak bermanfaat buat siapa-siapa," ujar Adhie geram. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA