Milisi Al Shabab Cabut Larangan, Bantuan Kelaparan Mulai Masuk Somalia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 17 Juli 2011, 15:41 WIB
Milisi Al Shabab Cabut Larangan, Bantuan Kelaparan Mulai Masuk Somalia
ist
RMOL. PBB akhirnya bisa mengirimkan bantuan kemanusian ke wilayah Somalia yang dilanda kekeringan. Selama ini, PBB menghentikan bantuannya karena rentannya jaminan keamanan di Somalia. Somalia masih dikuasai oleh milisi al Shahab, kelompok pemberontak yang memiliki hubungan erat dengan jaringan al Qaeda.  

Namun saat ini, menurut Rozanne Chorlton, wakil UNICEF di Somalia, pemberontak yang berkuasa di Somalia al Shahab telah memberikan akses kepada para pekerja PBB untuk melakukan aksi kemanusiaan di sana. Milisi al Shabab telah memberi jaminan bahwa lembaga PBB itu bisa beroperasi tanpa gangguan. Chorlton juga berharap langkah PBB ini akan segera mendorong lembaga lainnya untuk turut menyalurkan bantuan ke negara tersebut.

Al Shabab, sebelumnya melarang organisasi pemberi bantuan asing memasuki wilayah kekuasaannya dua tahun lalu dengan alasan  anti-Muslim. Larangan itu dicabut 10 hari lalu dengan syarat organisasi kemanusiaan tak mempunyai  agenda tersembunyi.

"Mereka memberi jaminan akses untuk tujuan kemanusian dan (dengan begitu) kami akan mampu menjangkau orang-orang yang paling membutuhkan bantuan," ujar Rozanne Chorlton, seperti dilansir BBC (Minggu, 17/7).

Organisasi PBB untuk anak-anak mengatakan bahwa lembaga PBB itu tidak akan memberi imbalan uang kepada al Shabab, dan kesuksesan pemberian bantuan ini akan menjadi contoh bagi organisasi lain untuk melakukan hal serupa sesudahnya. UNICEF juga memperingatkan bahwa situasi di Somalia kini telah mendekati kelaparan. UNICEF memberikan bantuan ke Somalia setelah pemerintah Inggris menjanjikan bantuan amal senilai Rp 700 miliar lebih, dalam bentuk sumbangan darurat untuk kekeringan.

Bantuan UNICEF akan ditujukan untuk membantu 500 ribu orang di Somalia, yang diantaranya adalah 70 ribu anak kurang gizi. Untuk penyediaan air bersih dan perawatan kesehatan bagi 130 ribu orang pengungsi di kamp pengungsian Dadaab, Kenya. Target bantuan utama UNICEF adalah anak-anak. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA