Dilaporkan dari Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, sampai pukul 21.30 Wita, setidaknya 391 kepala keluarga atau sekitar 1.105 warga sudah mengungsi. Peningkatan jumlah pengungsi disebabkan masyarakat merasa aman tinggal di pos pengungsian pada malam hari.
"Pagi atau siang hari mereka kembali ke rumah masing-masing dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Sore dan malam balik lagi ke tempat evakuasi," ujar Andi Arief kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 12/7).
Semua pengungsi ditampung di SMA Kristen I, Kelurahan Talete II, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Proses evakuasi sendiri dibantu oleh TNI/Polri setempat. Proses evakuasi dilakukan secara tenang dan berjalan baik.
"Dapur umum dan kesehatan sudah dipersiapkan. Logistik hingga saat ini mencukupi untuk kebutuhan pengungsi," sambung Andi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon dan BPBD Sulawesi Utara terus berkoordinasi dengan instansi terkait. BNPB Pusat terus memberikan pendampingan kepada daerah dalam penanganan tersebut, baik aspek teknis maupun dukungan dana siap pakai.
[dem]
BERITA TERKAIT: