Menteri Tak Berprestasi, Biang Kerok-nya Ada pada SBY-Boediono

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 12 Juli 2011, 07:57 WIB
Menteri Tak Berprestasi, <i>Biang Kerok</i>-nya Ada pada SBY-Boediono
dahnil anzar simanjuntak
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diyakini tidak akan merombak Kabinet Indonesia Bersatu II, meski dia mengakui tidak sampai 50 persen instruksinya dijalankan para pembantunya tersebut. Apalagi memang, perombakan kabinet dinilai tidak ada gunanya.

"SBY mau ribuan kali me-reshuffle atau rombak kabinet nggak ada gunanya. Selain ragu akan keberanian SBY, saya juga beranggapan keputusan mendorong reshuffle tidak ada gunanya," kata ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Menurut Dahnil, masalahnya bukan hanya pada kinerja menteri yang miskin prestasi, tetapi lebih karena permasalahan manajemen dan karakter kepemimpinan SBY yang lemah dan tidak mampu mendorong para menteri untuk bekerja efektif sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Energi sebagian besar menteri habis untuk permasalahan-permasalahan politik.

"Belum lagi miskinnya peran Boediono memperkuat kepemimpinan dan manajemen pemerintahan SBY. Boediono bukan justru memberikan kontribusi mempercepat realisasi program pemerintah atau melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap program pemerintah. Boediono tampaknya lebih banyak berkutat pada permasalahan ceremonial pemerintahan," tegas Dahnil.  

"Jadi tak ada gunanya wacana reshuffle karena masalahnya bukan cuma di menteri-menteri itu; tetapi justru masalah utamanya ada di kepalanya yakni; SBY dan Boediono," tambah akademisi Untirta Serang, Banten ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA