"SBY mau ribuan kali me-
reshuffle atau rombak kabinet nggak ada gunanya. Selain ragu akan keberanian SBY, saya juga beranggapan keputusan mendorong
reshuffle tidak ada gunanya," kata ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Menurut Dahnil, masalahnya bukan hanya pada kinerja menteri yang miskin prestasi, tetapi lebih karena permasalahan manajemen dan karakter kepemimpinan SBY yang lemah dan tidak mampu mendorong para menteri untuk bekerja efektif sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Energi sebagian besar menteri habis untuk permasalahan-permasalahan politik.
"Belum lagi miskinnya peran Boediono memperkuat kepemimpinan dan manajemen pemerintahan SBY. Boediono bukan justru memberikan kontribusi mempercepat realisasi program pemerintah atau melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap program pemerintah. Boediono tampaknya lebih banyak berkutat pada permasalahan
ceremonial pemerintahan," tegas Dahnil.
"Jadi tak ada gunanya wacana
reshuffle karena masalahnya bukan cuma di menteri-menteri itu; tetapi justru masalah utamanya ada di kepalanya yakni; SBY dan Boediono," tambah akademisi Untirta Serang, Banten ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: