"Menteri itu siapa yang pilih. Harusnya malu dia mengatakan itu. Karena sama saja dia mengakui telah salah pilih menteri. Dari awalkan kita sudah mengatakan harusnya pilih menteri berdasarkan profesionalitas, bukan bagi-bagi dengan partai politik. PKS empat, Golkar tiga, PAN tiga, PKB dan PPP masing-masing dua menteri," kata pengamat politik Iberamsyah kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 8/7).
Tapi karena SBY tidak mau mendengarkan, makanya dari awal Iberamsyah juga sudah memprediksi bahwa kerja menteri tidak akan maksimal. Karena banyak menteri dari partai politik. Iberamsyah melanjutkan, kalau memang sudah tahu bahwa kinerja menterinya tidak memuaskan, SBY sebaiknya langsung mengganti menteri yang tidak bekerja secara maksimal tersebut. Tidak perlu pakai curhat segala.
"Seharusnya dia nggak perlu pakai curhat ke rakyat. Dia langsung ganti saja. Kalau perlu dia diam-diam seperti zaman Pak Harto, nggak ada yang tahu (tiba-tiba ada menteri yang diganti)," tandas gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: