Istana Bantah Ucapan Terima Kasih SBY Kurangi Substansi Protes Kepada Raja Abdullah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 23 Juni 2011, 19:57 WIB
Istana Bantah Ucapan Terima Kasih SBY Kurangi Substansi Protes Kepada Raja Abdullah
sby/ist
RMOL. Jurubicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, membantah kesalahan diplomasi yang tertuang dalam surat nota protes yang dilayangkan Presiden SBY kepada penguasa Arab Saudi, Raja Abdullah.

Menurutnya, ucapan terimakasih dalam surat yang dikirimkan kepada Raja Abdullah tak mengurangi protes keras pemerintah terhadap kasus yang terjadi pada Ruyati binti Satubi.

"Tidak, tidak (mereduksi). Ini bahasa diplomatik," ujar Julian saat diwawancarai Metro TV, (Kamis, 23/6).

Sebelumnya, pengamat politik Tjipta Lesmana menilai ucapan terima kasih tidak perlu dituliskan dalam surat nota protes yang dilayangkan SBY kepada Raja Abdullah.  Ucapan terima kasih mencederai sikap protes SBY terhadap pemerintah Arab Saudi.

Dijelaskan Julian, dalam diplomasi, perkataan atau ucapan terima kasih hal yang biasa. Di dunia Internasional hal tersebut merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi. Dan tentunya, sekali lai, hal itu tak mengurangi substansi protes terhadap kasusnya.

"Ini beda. Saya tidak sedang berbicara marah-marah dengan tetangga, dimana saya tidak perlu memperhitungkan yang lain. Tidak seperti itu. Saya kira dalam tataran diplomasi internasional hal seperti itu suatu kefatsunan. Suatu hal yang lazim dan biasa dipakai di dunia internasional. Saya kira Raja Abudullah itu orang yang bijak dan punya wawasan. Beliau pasti akan tahu (ada protes), saat menerima surat dari SBY," katanya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA