TKI DIPANCUNG

Terlambat, SBY Kehilangan Konteks

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 23 Juni 2011, 07:51 WIB
Terlambat, SBY Kehilangan Konteks
sby/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini akan memberikan keterangan pers soal persoalan tenaga kerja Indonesia di luar negeri dan juga tentunya soal kematian Ruyati bin Satubi yang dihukum pancung di Arab Saudi pada Sabtu lalu.  Tapi sayang pidato SBY hari ini dinilai sudah kehilangan konteks.

"Saya melihat bahwa pidato Pak SBY hari ini sudah kehilangan konsteks. Karena pidato atau penyampaian pesan kepada komunikan itu harus responsif dengan konteksnya," kata pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 23/6).

Mestinya, menurut Gun Gun, SBY lebih responsif bila membicarakan nasib anak bangsa. Dia mengingatkan Ruyati itu dihukum pancung pada Sabtu lalu. SBY harus responsif karena ini terkait dengan hak-hak sipil politik warga negara termasuk perlindungan negara bagi TKI. Persoalan itu menurutnya sangat krusial dan harus segera disikapi Presiden.

"Karena bukan Ruyati sebagai person tapi Ruyati sebagai representasi dari warga negara yang sedang berada di negeri orang dan itu tentu saja harus mendapatkan perlindungan dari negara. Apalagi SBY menyebut itu sebagai pahlawan devisa. Nah ini menurut saya, SBY terlalu terlembat menyampaikan pesan," tegas dosen UIN Jakarta ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA