"SBY itu kan kepala negara. Di luar negeri itu, untuk menjaga bangsa Indonesia tidak bisa level menteri atau kepala badan. Itu harus langsung (komunikasi) kepala negara dengan kepala negara," kata mantan Ketua Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia, Syahganda Nainggolan kepada
Rakyat Merdeka Online, (Selasa, 21/6).
Berbeda kalau persoalan buruh atau pekerja dalam negeri. Persoalan itu cukup ditangani menteri atau kepala badan. Tapi kalau untuk menangani persoalan WNI atau TKI di luar negeri, kata Syahganda lagi, SBY harus turun tangan. Makanya, SBY perlu meniru langkah mantan Presiden Filipina, Qorazon “Qory†Aquino yang meminta langsung kepada Raja Arab Saudi untuk meringankan hukuman kepada warganya.
Makanya dalam kasus Ruyati binti Satubi yang dihukum pancung di Arab Saudi pada Sabtu akhir pekan lalu karena dituduh membunuh majikannya, Presiden SBY harus menghubungi dan akan semakin bagus bila bertemu langsung dengan Raja Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud.
"Ini SBY kan tidak pernah telepon langsung. Kalau gagal tidak masalah, yang penting sudah melakukan," terangnya.
Sejalan dengan itu, masih kata Syahganda, Presiden SBY sebenarnya tidak perlu 'berkoar-koar' bagaimana pemerintahannya dalam memperlakukan para buruh dan tenaga kerja, pada 14 Juni lalu dalam Sidang International Labour Organization.
"Itu tidak perlu. Yang penting dia lakukan adalah telepon langsung kepala negara-negara tempatan, bila ada persoalan TKI seperti apa yang dialami Ruyati," tandas Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: