TKI Harus Diperlakukan Seperti Pasukan Perang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 21 Juni 2011, 09:54 WIB
TKI Harus Diperlakukan Seperti Pasukan Perang
ilustrasi/ist
RMOL. Karena Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri berjuang untuk bangsa Indonesia, maka keberadaan mereka harus diperhatikan, mulai dari pengiriman hingga penempatan dan selama mereka berada di luar negeri. Pemerintah harus mempersiapkan kualitas dan skill para TKI.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 21/6).

"Persoalan kualitas ilmu dan skill itu lah yang harus di-upgrade di Indonesia sebelum mereka berangkat. Mereka itu betul-betul di-training dengan benar. Jadi jangan pemerintah itu membiarkan (kasus kematian TKI di Arab Saudi) itu terjadi secara alamiah. Jadi jangan asal bawa orang dari kampung lalu dikirim. Pemerintah harus melihat mereka ini sebagai pasukan perang yang akan melakukan pengembangan bangsa Indonesia di seluruh dunia," tegasnya.

Tak sampai di situ, masih kata Syahganda, pemerintah juga harus memantau dan mengurusi TKI hari per hari. Pemerintah harus memfasilitasi, menunjang, dan membuat mereka bahagia di negara tempatan. "Karena kita sedang melindungi dan memelihara aset bangsa," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA