Demikian dikatakan ekonom muda Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Senin, 20/6).
"Muhaimin tidak responsif dan gagal melindungi TKI. Jangankan melindungi TKI yang bekerja di luar negeri yang di dalam negeri saja Muhaimin tidak mampu menunjukkan prestasi dalam melindungi dan membela hak-hak pekerja. Padahal permasalahan buruh migran ini merupakan masalah laten ketenagakerjaan dan ekonomi di Indonesia," ungkap Dahnil.
Menurut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan ini, seharusnya Muhaimin berada di garda terdepan melakukan negoisasi sebelum Ruyati dipancung. Sejalan dengan itu, pemerintah patut menyampaikan protes berkaitan dengan tidak diinformasikan waktu pelaksanaan eksekusi pancung tersebut sebelumnya.
"Indonesia harus berani menunjukkan wibawa dan harkatnya sebagai bangsa. Pemerintah Arab Saudi jelas mengabaikan etika hubungan antarbangsa berkaitan dengan tidak disampaikannya pelaksanaan eksekusi tersebut," tegas Dahnil, yang juga dosen ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: