TKI DIPANCUNG

Ditegaskan Tak Bisa, Keluarga Tetap Ngotot Almarhumah Dibawa Pulang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 20 Juni 2011, 08:07 WIB
Ditegaskan Tak Bisa, Keluarga Tetap Ngotot Almarhumah Dibawa Pulang
Ruyati Binti Satubi/ist
RMOL. Hanya satu harapan terakhir pihak keluarga Ruyati Binti Satubi, Tenaga Kerja Indonesia asal Bekasi yang dihukum pancung di Arab Saudi, karena terbukti bersalah telah membunuh majikannya Khairiya bin Hamid Mijlid awal 2010 lalu.

Harapan itu adalah almarhumah bisa dibawa kembali ke Tanah Air. Bila itu dipenuhi keluarga akan bisa melihat almarhumah untuk terakhir kali sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga.

Tapi tampaknya, pihak keluarga harus mengelus dada. Pasalnya, permintaan itu tak mungkin untuk dilakukan. Pemerintah Arab Saudi tak akan mengamini permintaan itu seandainya disampaikan.

Karena memang tidak pernah ada orang asing yang dihukum mati di Arab Saudi bisa dibawa ke negara asalnya, tak hanya Indonesia. Bahkan jamaah haji yang meninggal di Tanah Suci pun tak ada yang pernah dibawa pulang ke Tanah Air.

"Ini tentunya kita harus melihat realitas kedaulatan sebuah negara, sistem hukum yang ada. Jadi kita sangat paham, tentunya kalau pun kita di pihak keluarga ibu Ruyati tentu sangat sedih dengan kejadian ini," kata Direktur Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri, Tatang Razak, di TVOne pagi ini.

Meski sudah dijelaskan tidak mungkin dibawa pulang, pihak keluarga tetap ngotot.

"Saya tetap mohon banget kepada pemerintah. Mohon sekali agar diupayakan agar ibu saya pulang, agar bisa dimakamkan di makam keluarga. Saya yakin kalau Bapak Presiden turun langsung pasti bisa," kata Een Nuraini dengan sangat sedih di tempat yang sama. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA