"Saya ingat ucapan pribadi saya kepada Presiden SBY menjelang pemilu (Pemilihan Umum) 2004," kata mantan Menteri Ekonomi Rizal Ramli kemarin petang.
Saat itu, Rizal Ramli mengusulkan kpeada SBY jika terpilih sebagai presiden untuk membangun proyek perkebunan kelapa sawit. Caranya digalakkan kembali program transmigrasi dimana rakyat diberikan tanah untuk menanam sawit.
"Itu yang dilakukan Mahathir (Muhammad) di Malaysia, masing-masing (wargnya) diberi tujuh hektar (tanah) dikasih
credit cost of living, sehingga dalam lima tahun rakyat Malaysia menjadi kaya," ungkap Rizal Ramli.
Karena kebijakan Mahatir tersebutm, jelas Rizal di salah satu televisi swasta ini, Pemerintah Malaysia akhir membutuhkan dan memanggil jutaan rakyat Indonesia untuk bekerja di kebun-kebun sawit mereka.
"Saya hitung pada waktu itu, kalau kita lakukan, itu jutaan tenaga kerja akan bekerja di kebun sawit di seluruh Indonesia. Sehingga kita nggak usah ekspor TKI," beber Rizal lagi.
Rizal masih ingat bagaimana respons SBY atas usul yang ia utarakan itu. Pada saat itu, SBY mengapresasi usul tersebut dan berjanji akan melaksanakannya.
"Tapi, seperti biasa Presiden SBY pintar bicara, pandai berjanji, tapi kenyataannya nol. Inilah salah satu sebab kenapa kita timbul masalah yang berulang-ulang saat ini," tandas Rizal yang dimintai pendapat atas kematian Ruyati Binti Satubi di Arab Saudi karena mendapat hukum pancung.
"Seandainya dikerjakan pada waktu itu, lima tahun kemudian mereka akan panen, akan banyak orang Indonesia yang bekerja hidupnya lebih baik. Barang kali kita perlu tenaga kerja dari Bangladesh dari Pakistan," ungkap Rizal kesal.
[zul]
BERITA TERKAIT: