Selain soal perlindungan TKI, pidato yang juga mendapat sorotan adalah janji SBY yang akan berada di barisan paling depan dalam memberantas korupsi.
"Inilah kecanggihan Presiden SBY. Kalau pidatonya luar biasa, faktanya jauh panggang dari api. Soal korupsi, beliau berpidato, mau di barisan paling depan melawan koruptor. Saya mohon maaf ke Presiden SBY. Partai Anda termasuk yang paling banyak korupnya. Dan kedua Anda tidak berbuat apa pun untuk memanggil Nazaruddin ke dalam negeri," kata ekonom senior Rizal Ramli dalam
talk show di Metro TV petang ini.
Menteri Ekonomi era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini membandingkan persoalan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme pada masa pemerintahan Soeharto dan Presiden SBY. Dia mengatakan, persoalan KKN sangat luar biasa pada pemerintahan Soeharto setelah 32 tahun memimpin negeri ini. Nah, menurut Rizal, meski baru memerintah delapan tahun, SBY mencoba mencapai prestasi Soeharto dalam hal KKN.
"Ini prestasi dalam KKN (Soeharto) dicoba (SBY) dicapai dalam delapan tahun," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: