TKI yang dihukum pancung karena membunuh majikannya, Khairiya bin Hamid Mijlid awal 2010 itu adalah orang yang ke-28 menerima hukuman sejenis. Hal ini yang membuat ekonom senior Rizal Ramli tidak habis pikir kenapa pemerintah tidak pernah belajar.
"Harusnya kita belajar dari prsoes itu. Kalau kita lihat apa yang dilakukan Gus Dur (Abdurrahman Wahid saat menjabat presiden), Gus Dur (pada saat) ada orang Indonesia yang mau dihukum mati, (langsung) bertemu dengan Raja Arab Saudi, Raja Fahd. Dan ternyata diberi keringanan hukuman, tidak jadi dihukum mati," ungkap Rizal dalam
talk show di
Metro TV petang ini.
Tak hanya Gus Dur, masih kata Rizal, ada contoh presiden negara lain yang melakukan hal sejenis. Dia mencontohkan, Presiden Filipina Qori Aquino sempat beberapa kali berkunjung dan bertemu Raja Arab Saudi untuk meminta rakyatnya tidak dihukum mati. Seperti Gus Dur, permintaan Aquino juga dikabulkan.
"Pertanyaannya kemana saja Presiden SBY selama ini," kata Rizal yang juga mantan Menteri Ekonomi era Gus Dur ini.
Menurut Rizal, tak ada cara lain kecuali Presiden SBY bertemu langsung dengan Raja Arab Saudi, agar TKI yang bekerja di sana tidak lagi dihukum pancung. Hal ini karena Arab Saudi merupakan kerajaan dan rajanya feodal. Makanya dia pesimis kalau permasalan seperti itu bisa diselesaikan hanya di level pejabat dan menteri.
"Jadi saya sendiri bingung. Kalau menurut laporan pemerintah, Indonesia di luar negeri semakin populer, Presiden SBY semakin berpengaruh dan dihormati. Tapi kenapa pengaruh dan kehormatan itu tidak digunakan untuk memperjuangkan rakyat Indonesia," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: