Gawat, Kebiasaan SBY Berbohong Sudah Go International

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 19 Juni 2011, 18:32 WIB
Gawat, Kebiasaan SBY Berbohong Sudah <i>Go International</i>
RMOL. Kematian Ruyati binti Sapubi karena dipancung di Arab Saudi, menjadi bukti nyata bahwa kebiasaan berbohong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah go international. Bagaimana tidak, kematian Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Bekasi ini hanya beberapa hari (Selasa, 14/6) setelah Presiden SBY berpidato dalam sidang International Labor Organization (ILO) di Swiss.

Saat itu SBY mendapat standing applause, karena mendapat penghormatan setelah SBY menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memperhatikan nasib TKI di luar negeri.

"Mungkin ini sudah kebiasaan. Karena di dalam negeri juga terlalu banyak berbohong, sering berjanji, sering mengklaim mampu mengurangi kemiskinan dan sebagainya dan kenyataannya kan tidak. Jadi kebiasaan di dalam negeri yang suka berbohong yang tidak terjadi dalam realitas, akhirnya dibawa ke forum internasional," kata ekonom senior Rizal Ramli dalam talk show di Metro TV petang ini.

Rizal mengaku menitikkan air mata, karena begitu terharunya mendengar penjelasan anak Ruyati. Dimana rakyat berjuang mati-matian, sedangkan pemerintah tidak ada upaya untuk melempaskan dari hukuman tersebut. Karena itu, Rizal menggambarkan rakyat Indonesia seperti anak yatim-piatu.

"Kalau ada masalah harus mengurus dirinya sendiri, pemerintah itu tidak hadir atau tidak ada," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA