Pendapat para pengamat politik terkemuka di Tanah Air itu dinilai Sekretaris Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat Mamum Murod Al Barbasy, kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 17/6), adalah berlebihan. Apalagi, Presiden RI sebelumnya tidak pernah dipersoalkan tentang jabatan mereka di partai.
"Berlebihan meminta SBY mundur sebagai wanbin (Dewan Pembina). Kenapa dulu Soeharto (Ketua Dewan Pembina Golkar), Gus Dur (Abdurrahman Wahid/Ketua Dewan Syuro PKB), dan Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP) tidak dipersoalkan. Padahal ketiganya juga mempunyai posisi yang cukup kuat di partai," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Mamun menanggapi pendapat para pengamat itu yang menilai energi Presiden SBY terkuras untuk urusan partai.
"Berlebihan juga menyebut SBY energinya terkuras untuk partai. Hanya sebagian kecil saja energi yang dicurahkan SBY untuk partai. Selebihnya tetap di bawah kendali Ketum AU (Anas Urbaningrum) dan jajaran pengurus harian lainnya," jelas politikus muda ini.
Dia menyontohkan, saat ini agenda terbesar partai adalah merampungkan pelaksanaan musyawarah daerah dan musyawarah cabang yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2011 ini. Tentu, tegasnya, untuk urusan-urusan ini bukanlah wilayah Dewan Pembina.
Sebelumnya, politikus senior Partai Demokrat Sutan Bhatoegana juga menolak usul agar SBY mundur dari jabatan ketua Dewan Pembina. Dia mengatakan, setiap pemimpin pasti bisa membagi waktu untuk urusan negara dan urusan lainnya. "Jadi tidak ada istilah energi terkuras," tegas Sutan, yang juga ketua DPP Partai Demokrat itu.
[zul]
BERITA TERKAIT: