Lembaga Survei Indonesia besutan Saiful Muzani juga menyoroti temuan LSI Denny JA tersebut.
Burhanuddin Muhtadi, peneliti Lembaga Survei Indonesia, di Jakarta, Senin (13/6), mengatakan Denny JA sebaiknya menjelaskan dan membuktikan kepada publik tentang bagaiman logika migrasi suara dari Partai Demokrat ke Golkar.
Dia memaparkan, temuan lembaga tempat dia bekerja hingga periode Mei 2011 menunjukkan memang terjadi penurunan suara Demokrat sebesar 5 persen, namun justru sebagian suara itu akan cenderung menguntungkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang sebagian lagi berubah menjadi pemilih mengambang (swing voter).
Menurut Burhanuddin, berdasarkan penelitian mereka sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintah di 2004, memang ditemukan kecenderungan elektabilitas PDIP akan meningkat ketika terjadi sentimen negatif terhadap Partai Demokrat dan SBY.
Alasannya, kata Burhanuddin, PDIP konsisten sebagai oposisi utama dan kekuatan posisi tersebut memang mampu meraih simpati publik.
"Tak pernah kita menemukan sentimen negatif ke Partai Demokrat dan SBY, pemilih lari ke Golkar. Agak kurang make sense kalau ke Golkar karena citra buruk Golkar soal pemberantasan korupsi dan kasus Lapindo," kata Burhanuddin.
Apabila Lingkaran Survei Indonesia memang benar-benar menemukan adanya migrasi suara Partai Demokrat ke Golkar, kata Burhanuddin, mereka juga harus menjelaskan mengapa tak ada pemilih yang bermigrasi ke partai besar lainnya seperti Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan.
[zul]
BERITA TERKAIT: