Demikian disampaikan mahasiswa Fakultas Hukum UMJ, Deddy Darwis saat berbicara dengan redaksi, Senin malam (6/6).
"Yang harus dijelaskan, bahwa kita (mahasiswa UMJ) tidak pernah melakukan aksi bareng hari lahir Pancasila dengan HMI Cireundeu," tegas pria yang kerap disapa Menwa ini.
Lalu yang kedua, kenapa teman-teman HMI lebih dulu menyerang mahasiswa Fakultas Hukum, Zikru dan kawan-kawan cuma gara-gara masalah senggolan di lapangan.
Ketiga, HMI Cireundeu memperluas eskalasi konflik dengan membawa mahasiswa luar UMJ, seperti dari Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Pamulang (Unpam). Hal ini menandakan HMI Cireundeu melakukan politik pecah belah terhadap mahasiswa UMJ.
"Dengan demikian, HMI telah memecah silaturahmi antar mahasiswa di kampus UMJ," lanjutnya.
Rabu lalu (1/6), terjadi bentrok antara mahasiswa UMJ dengan HMI. Bentrokan akhirnya berakhir dengan penyerangan Sekretariat. HMI Cireundeu sendiri sebenarnya tidak diakui sebagai organisasi ekstra kampus di UMJ.
[arp]
BERITA TERKAIT: