Begitu dikatakan Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM), Ismed Hasan Putro, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 6/6).
“Era Reformasi dan demokrasi yang diharapkan semakin membuka ruang baru yang lebih baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sepertinya mulai tergerus oleh praktek politik yang tidak demokratis, semakin koruptif dan menjauh dari harapan bersama ketika reformasi dilakukan,†ujar IHP.
Elite politik sejatinya diharapkan dapat menebar nilai-nilai keadaban yang luhur. Menyemai benih-benih kebaikan dan etika dalam berpolitik, sambungnya. Dengan demikian, sekeras apa pun persaingan dan sekuat apa pun tarik menarik kepentingan hendaknya tidak mengabaikan nilai moral yang berpijak pada kebenaran, keteladan, serta kebaikan yang bermakna bagi kemanusiaan dan pendidikan politik yang beradab.
“Belakangan para elite politik malah hendak menyuburkan perilaku lempar batu sembunyi tangan, fitnah atau kebencian antar satu kepentingan dengan kepentingan lainnya,†masih kata IHP.
Dia menandaskan, kini saatnya elite dan rakyat menyadari bahwa hakikat berpolitik dan demokrasi adalah untuk kemaslahatan bersama, untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan bagi bangsa dan masa depan yang gemilang bagi negeri ini.
[guh]
BERITA TERKAIT: