Sikap acuh terhadap kepemimpinan SBY ini diutarakan oleh seorang pengamen bernama Anto yang biasa beroperasi di wilayah Melawai, Grogol, dan Bundaran HI.
Memang pemerintahan SBY pernah memberikan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat kecil.
"Itu agak membuat rakyat kecil sedikit senang. Namun kini sudah tidak lagi ada," kata Anto saat ditemui
Rakyat Merdeka Online di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (5/6).
Namun demikian, Anto masih berfikir bijak soal pemerintahan SBY. Katanya, tidak semua orang membenci SBY. Ada sebagian orang yang masih kagum dengan citra SBY.
"Kata ibu-ibu sih ganteng (wibawa)," ujar Anto yang berpenghasilan bersih Rp 20 ribu perhari ini.
Berbeda dengan Anto yang masih memberikan penilaian positif kepada SBY, Sujai, supir yang berpenghasilan Rp 1 juta perbulan mengkritik keras SBY. Kata dia, SBY mengalami krisis kepercayaan karena tidak bisa menegakkan hukum dan tidak bisa mengentaskan kemiskinan.
"Kepercayaan rakyat terhadap SBY telah menurun. Semua yang diomongkan SBY hanya pepesan kosong," ujar Sujai.
[arp]
BERITA TERKAIT: