Syarifuddin menutup keseluruhan mukanya dengan menggunakan beberapa lembar berkas yang dibungkus dengan plastik berwarna transparan. Syarifuddin, hakim yang mengawasi penjualan aset PT Sky Camping Indonesia, tak mau mukanya disorot kamera foto dan televisi.
Tak ada perkataan yang keluar dari mulut Syarifuddin. Pria yang sudah lansia itu memilih bungkam.
Kehebohan penangkapan yang dialami Syarifuddin semalam sempat membuat juru warta penasaran. Usai ditangkap dan menjalani pemeriksaan maraton, puluhan pewarta menjegat Syarifuddin sebelum memasuki mobil tahanan KPK yang akan mengangkutnya ke rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur.
Sama seperti Syarifuddin, Puguh Wirayana juga memilih bungkam. Keluar beriringan dengan Syarifuddin, Puguh yang disebut-sebut pemberi suap Rp 250 juta itu memilih menghindari para juru warta dan mengambil langkah yang cepat memasuki mobil tahanan yang sudah diparkir di depan pintu masuk gedung KPK.
Hakim Syarifuddin dan Puguh Wirayana sendiri diperiksa tim penyidik KPK secara maraton tak kurang dari 21 jam lamanya. Keduanya diperiksa sejak ditangkap dan digelandang KPK sejak Rabu malam (1/6) sekitar pukul 22.00 WIB dan selesai Kamis malam pukul 18.45 WIB.
Puguh menyerahkan uang Rp 250 juta kepada Syarifuddin dengan maksud untuk melancarkan penjualan aset PT Sky Camping Indonesia, perusahaan yang sudah dinyatakan pailit sejak 2007 lalu. Sementara Syarifuddin merupakan hakim yang mengawasi pailitnya perusahaan tersebut. Dia yang punya izin menjual aset-aset perusahaan tersebut.
[arp]
BERITA TERKAIT: