Pidato itu tidak memberikan solusi-solusi kongkrit atas kemandegan realisasi butir-butir sila Pancasila yang kenyataannya banyak tidak dipraktikkan oleh pemerintah, elit dan masyarakat sendiri.
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 2/6).
"Dengan demikian secara keseluruhan, pidato-pidato tersebut tak menghasilkan sebuah ramuan konsep berorientasi masa depan, melainkan sekadar intermediasi politik elit dengan harapan punya impresi pendidikan politik. Tak lebih menjadi seremonial dengan makna utamanya tetap lakon elit," kata Gun Gun.
"Meski tanpa orientasi ke depan yang 'membumi,' respek tetap meski kita sampaikan kepada MPR yang memprakarsai forum kemarin itu," tandas dosen Ilmu Komunikasi UIN Jakarta ini.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: