Sayang, Pidato tentang Pancasila hanya Retoris Miskin Solusi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 02 Juni 2011, 11:21 WIB
Sayang, Pidato tentang Pancasila hanya Retoris Miskin Solusi
habibie-mega-sby/rm
RMOL. Orientasi pidato mantan Presiden BJ Habibie dan Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara peringatan Hari Lahir Pancasila, kemarin di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, masih menekankan visi retoris.

Pidato itu tidak memberikan solusi-solusi kongkrit atas kemandegan realisasi butir-butir sila Pancasila yang kenyataannya banyak tidak dipraktikkan oleh pemerintah, elit dan masyarakat sendiri.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif  The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 2/6).

"Dengan demikian secara keseluruhan, pidato-pidato tersebut tak menghasilkan sebuah ramuan konsep berorientasi masa depan, melainkan sekadar intermediasi politik elit dengan harapan punya impresi pendidikan politik. Tak lebih menjadi seremonial dengan makna utamanya tetap lakon elit," kata Gun Gun.

"Meski tanpa orientasi ke depan yang 'membumi,' respek tetap meski kita sampaikan kepada MPR yang memprakarsai forum kemarin itu," tandas dosen Ilmu Komunikasi UIN Jakarta ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA