Karena momen seperti itu sangat sulit ditemukan. Karena masing-masing memiliki ego dalam menjaga kehormatan diri terutama Megawati dan SBY. Kata pengamat komunikasi Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 2/6).
"Meski baru simbolik, itu cukup bagus untuk pendidikan politik, dan akan jauh lebih bagus jika Mega dan SBY lebih cair misalnya dengan bersalaman di muka umum dan diliput media. Hal itu penting, mengingat krisis keteladanan yang saat ini melanda bangsa ini," ujarnya.
Kemarin, setelah turun dari podium, BJ Habibie menyalam Ketua MPR Taufiq Kiemas, serta juga Megawati dan SBY. Tapi, Mega dan SBY tidak saling bersalaman saat keduanya usai berpidato.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: