Tak Bersalaman, Sikap Mega-SBY Sempurnakan Krisis Keteladanan di Negeri Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 02 Juni 2011, 09:28 WIB
Tak Bersalaman, Sikap Mega-SBY Sempurnakan Krisis Keteladanan di Negeri Ini
mega-sby/ist
RMOL. Kehadiran mantan Presiden, BJ Habibie dan Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta kemarin dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila, patut diapresiasi.

Karena momen seperti itu sangat sulit ditemukan. Karena masing-masing memiliki ego dalam menjaga kehormatan diri terutama Megawati dan SBY.  Kata pengamat komunikasi Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 2/6).

"Meski baru simbolik, itu cukup bagus untuk pendidikan politik, dan akan jauh lebih bagus jika Mega dan SBY lebih cair misalnya dengan bersalaman di muka umum dan diliput media. Hal itu penting, mengingat krisis keteladanan yang saat ini melanda bangsa ini," ujarnya.

Kemarin, setelah turun dari podium, BJ Habibie menyalam Ketua MPR Taufiq Kiemas, serta juga Megawati dan SBY. Tapi, Mega dan SBY tidak saling bersalaman saat keduanya usai berpidato. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA