"Kalau kemudian pemimpin negeri ini sepakat dengan Pancasila, maka itu sebenarnya bisa dibaca sebagai kemenangan atas lima hal yang berbeda," kata Staf Khusus Presiden, Daniel Sparingga, dalam diskusi di Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Rabu, 1/6).
"Sila pertama (Ketuhanan yang Maha Esa) kemenangan atas gagasan sekularisme. Dan ini terutama menenangkan kekuatan Islam. Sudah ada tauhid, Tuhan itu satu," urainya.
Sedangkan sila kedua, urai Daniel, "Kemanusian yang adil dan beradab" adalah kemenangan atas ideologi fasisme. Sila ketiga "Persatuan Indonesia" kemenangan atas ideologi internasionlisme. Paham ini tidak percaya pada gagasan negara-bangsa.
Sila keempat dan kelima adalah kemenangan atas liberalisme dan sosialisme.
"Pancasila sebenarnya, lima aliran ideologi yang bermuara menjadi satu dan mempertemuan bangsa ini sebagai
one nation. Karena itu kalau berubah sedikit, gagasan sebagai
one nation bisa celaka," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: