Daniel Sparingga Bicara Keunggulan Pancasila

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 01 Juni 2011, 15:23 WIB
Daniel Sparingga Bicara Keunggulan Pancasila
daniel sparingga/ist
RMOL. Kesepakatan pemimpin negeri ini atas Pancasila sebagai dasar negara secara tidak langsung merupakan cara untuk menegasikan lima hal ideologi berbeda yang tidak berasal dari bumi Indonesia.

"Kalau kemudian pemimpin negeri ini sepakat dengan Pancasila, maka itu sebenarnya bisa dibaca sebagai kemenangan atas lima hal yang berbeda," kata Staf Khusus Presiden, Daniel Sparingga, dalam diskusi di Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Rabu, 1/6).

"Sila pertama (Ketuhanan yang Maha Esa) kemenangan atas gagasan sekularisme. Dan ini terutama menenangkan kekuatan Islam. Sudah ada tauhid, Tuhan itu satu," urainya.

Sedangkan sila kedua, urai Daniel, "Kemanusian yang adil dan beradab" adalah kemenangan atas ideologi fasisme. Sila ketiga "Persatuan Indonesia" kemenangan atas ideologi internasionlisme. Paham ini tidak percaya pada gagasan negara-bangsa.

Sila keempat dan kelima adalah kemenangan atas liberalisme dan sosialisme.

"Pancasila sebenarnya, lima aliran ideologi yang bermuara menjadi satu dan mempertemuan bangsa ini sebagai one nation. Karena itu kalau berubah sedikit, gagasan sebagai one nation bisa celaka," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA