Presiden SBY: Ekonomi Indonesia Dibayangi Nekolim!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 01 Juni 2011, 11:58 WIB
Presiden SBY: Ekonomi Indonesia Dibayangi Nekolim<i>!</i>
sby/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui sistem perekonomian Indonesia saat ini masih di bawah bayang-bayang neokolonialisme.

Hal itu dikatakannya pada saat berpidato pada acara peringatan Hari Lahir Pancasila di gedung Parlemen, Senayan, (Jakarta), menanggapi pidato mantan Presiden BJ Habibie yang disampaikan sebelumnya.

"Saya bersetuju Pak Habibie. Itu lah yang kita lakukan saat ini memastikan kontrak-kontrak baru itu benar dan adil. Karena sudah cukup lama, puluhan tahun kita menghadapi seperti itu. Marilah kita ubah agar tidak terjadi di masa depan," kata Presiden, yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin.

Pada saat yang sama, Presiden juga mengatakan setuju dengan pokok-pokok pikiran BJ Habibie lainnya.

"Saya juga menggarisbawahi apa yang disampaikan Pak BJ Habibie, kini seolah-olah Pancasila tersandera dan dilupakan. Juga penglihatan tentang HAM yang diunggulkan tetapi kurang diimbangi dengan kewajiban yang mesti dilakukan," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA